Friday, February 1, 2013

Materi 02: PENGERTIAN DASAR STATISTIK

Manfaat Statistik
Sadar atau tidak, sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai informasi-informasi statistik baik yang disajikan lewat media elektronik maupun lewat media cetak.   Informasi-informasi tersebut disajikan dalam bentuk angka-angka, tabel, atau grafis.  Informasi seperti laju pertumbuhan penduduk, hasil pooling tentang cara pemilihan presiden, keadaan penduduk prasejahtera,  pengangguran sarjana, persentase dana pembangunan yang dikorupsi pejabat, dan sebagainya; merupakan beberapa contoh kecil dari sekian banyak hal lainnya yang berkaitan dengan pemanfaatan statistik.  Dapat dikatakan bahwa statistik memiliki peran penting dan sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia moderen.  Oleh sebab itu pemahaman terhadap statistik menjadi sangat diperlukan.
Mata kuliah statistik merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi.  Mata kuliah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menangani informasi yang bersifat kuantitatif.  Sebagai calon ilmuwan, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan dalam menggunakan pendekatan ilmiah dalam memecahkan masalah.  Penelitian akademis -seperti yang diterapkan dalam penulisan skripsi- adalah salah satu kegiatan keilmuan di mana permasalahan yang ada dipecahkan dengan  melalui penggunaan pendekatan ilmiah.  Dalam memecahkan permasalahan maka statsitik dapat berperan sebagai alat bantu yang dapat digunakan untuk menangani data-data kuantitatif yang diperoleh dalam penelitian.  Dengan kata lain, melalui analisis statistik, dapat digambarkan situasi, kondisi, atau fakta yang diteliti dan sekaligus dapat diperoleh suatu kesimpulan yang masuk akal. 
Namun demikian, meskipun statistik penting, pada umumnya mahasiswa kurang berminat mempelajarinya.  Barangkali pernyataan Ullman (1978:5) yang mengatakan bahwa pelajaran statistik addalah pelajaran yang “menggentarkan”,  ada benarnya.  Ini mungkin terjadi karena adanya anggapan bahwa dengan mempelajari statistik maka seseorang harus benar-benar memiliki kemampuan matematika yang kuat.  Tentu saja, jika yang dipelajari adalah statistika teoritis atau statistika matematis.  Namun, untuk belajar statistika terapan -khusus untuk kepentingan penelitian ilmiah- seseorang tidak perlu memiliki latar yang kuat di bidang matematika.  Cukup dengan mengetahui prinsip-prinsip dasar aritmatika, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan penarikan akar.  Tepat sekali apa yang dikatakan Pasaribu (1981:6) bahwa kuliah statistik (di jurusan non-statistik) bukan dimaksudkan untuk menjadikan seseorang sarjana statistik, tapi untuk kepentingan memberikan pengetahuan yang dbutuhkan dalam kegiatan penelitian.
Memang benar bahwa statistika dan matematika masing-masing menggunakan prinsip-prinsip aritmatika.  Namun menurut Ullman (1978:5) ada perbedaan mendasar yang terdapat di antara keduanya; matematika adalah berurusan dengan suatu yang pasti, presisi, eksata, dan tepat, sementara statistika berurusan dengan suatu yang tidak pasti, tidak tentu, yang penekanannya pada penalaran dan pembuatan keputusan.  Sebagai contoh, dalam matematika angka 50 pasti lebih besar dibanding 45; dalam statistik angka 50 belum tentu lebih besar secara signifikan dibanding 45.     

Definisi-Definisi Statistik
Banyak sekali definisi mengenai statistik yang dapat ditemukan dalam buku-buku teks statistik.  Dari sekian banyak definisi tersebut, ada beberapa yang dapat dikemukakan di sini
Menurut Thorne (1980:3), statistik adalah seperangkat alat yang berkepentingan dengan pengumpulan, pengorganisasian, dan analisis fakta-fakta numerik.   Dengan makna yang hampir sama, Pasaribu (1981:22) mengemukakan bahwa statistik menyediakan berbagai alat dan cara untuk mencari kembali keterangan yang seolah-olah tersembunyi di dalam angka-angka statistik.  Kedua definisi tersebut menyepakati statistik sebagai suatu “alat” yang digunakan dalam menangani data kuantitatif.  Hal ini juga tidak jauh berbeda dengan pendapat Ary, Jacobs, dan Razavieh (1979:91) yang mengatakan bahwa prosedur statistik pada dasarnya merupakan metode untuk menangani informasi kuantitatif dalam cara tertentu sehingga membuat informasi yang diperoleh menjadi bermakna.  Dalam definisi inipun kelihatan bahwa statistik sebagai alat untuk menangani data kuantitatif, meskipun memberikan penekanan sebagai suatu prosedur.  Demikian juga Hovarth (1985:6) meskipun dengan pengertian yang “umum” mengemukakan bahwa statistik adalah  kumpulan  peraturan dan prosedur untuk mengevaluasi dan membuat keputusan mengenai hasil observasi ilmiah.  Definisi yang mengarahkan pada klasifikasi statistik (statistik deskriptif dan statistik inferensial) dikemukakan oleh McCall (1980:18).  Ia mengemukakan bahwa statistik mempelajari tentang metode mendeskripsikan dan menginterpretasikan informasi kuantitatif, termasuk teknik mengorganisasi dan merangkum data, teknik membuat generalisasi (kesimpulan yang berlaku umum) dan inferensi dari data.  Arah pengklasifikasian ini tampak pada istilah “mendeskripsikan” sebagai “statistik deskriptif” dan menginterpretasikan” sebagai “statistik inferensial”.
Uraian yang membahas tentang statistik deskriptif dan statistik inferensial akan dikemukakan pada bagian khusus yang membahas itu.
Dari definisi-definisi yang dikemukakan tersebut dapat disimpulkan bahwa statistik berkaitan dengan cara menangani fakta berupa data kuantitatif yang diperoleh berdasarkan observasi atau pengukuran sehingga data dapat dideskripsikan atau ditarik kesimpulan dan akhirnya memungkinkan orang lebih mudah memahami fakta yang ada.

Statistik Deskriptif dan Statistik Inferensial
Dalam definisi sebelumnya disebutkan bahwa statistik berfungsi mendeskripsikan dan menarik kesimpulan (inferensial).  Menurut Horvath (1985:5), statistik memiliki dua tujuan utama, yaitu mendeskripsikan dan menarik kesimpulan.  Oleh sebab itu dikenal dua jenis statistik, yaitu stastistik deskriptif dan statistik inferensial.

Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif berisi teknik untuk mengorganisasi, meringkas/ menyarikan informasi dari data numerik (Horvath, 1985:5).
Untuk memberikan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan statistik deskriptif, maka perhatikan contoh berikut ini.   Seorang peneliti ingin mengetahui tentang skor hasil belajar             metodologi penelitian dari 300 orang  mahasiswa  di fakultas X.  Data dari 300 orang mahasiswa tersebut  diperoleh dari arsip nilai pada bagian kemahasiswaan.  Si peneliti menyalin nama dan skor masing-masing mahasiswa.  Dari contoh tersebut tentu saja diperoleh 300 skor yang bervariasi  dari masing-masing mahasiswa.  Dapat kita bayangkan berapa lembar kertas  yang dibutuhkan untuk menyalin data dari  300  orang mahasiswa tersebut. 
Deretan data tersebut, meskipun sudah menyajikan  semua data  yang dibutuhkan, namun belum dapat memberikan  jawaban secara akurat mengenai pertanyaan-pertanyaan seperti: Berapa skor  rata-rata  dari kelompok  mahasis-wa  tersebut?  Apakah rentang  skor semua mahasiswa sempit sehingga  variasi  skor dapat  dikatakan mirip?  Atau sebaliknya rentang skor  lebar sehingga   skor  sangat bervariasi?  Skor  mana  yang  dapat diidentifikasikan  sebagai  kelompok tinggi  dan  mana  yang masuk  dalam kelompok rendah?  Informasi-informasi  mengenai pertanyaan-pertanyan tersebut masih membutuhkan perhitungan-perhitungan   tertentu.   Perhitungan-perhitungan   tersebut itulah yang menjadi kawasan operasi statistik deskriptif.

Statistik Inferensial
Menurut  Horvath  (1985:6) Statistik  inferensial  (ada yang menyebut statistik induktif) adalah kumpulan aturan dan prosedur di mana pernyataan umum tentang orang atau peristiwa dibuat berdasarkan observasi terhadap jumlah yang relatif sedikit.  Dengan kata lain statistik inferensial ini merupakan  penggeneralisasian  penemuan di  luar  pengamatan  yang dilakukan.  
Sebagai  contoh,  seorang  peneliti  ingin   mengetahui bagaimana  sikap  mahasiswa  IKIP  terhadap  profesi   guru.  Berapa  jumlah  mahasiswa  IKIP  di  Indonesia?   Katakanlah jumlah  seluruhnya  10.000  orang.  Ini  jumlah  yang  tidak kecil.   Namun dengan menggunakan teknik statistik  inferensial,  memungkinkan peneliti untuk mengedarkan  angket  yang sudah  disiapkan  kepada  sebagian  mahasiswa  yang  dipilih secara acak (random), katakanlah 500 orang.  Melalui  analisis  data  dari angket yang diisi oleh 500  orang  tersebut, diketahui bahwa sikap mereka terhadap profesi guru  ternyata rendah.   Apabila prosedur analisis terhadap kelompok  kecil sampel  ini  dilakukan dengan benar, maka  kesimpulan  hasil tersebut  menjadi  berlaku bagi seluruh  mahasiswa  IKIP  di Indonesia, yaitu semuanya memiliki sikap yang rendah  terhadap profesi guru.  Jadi kesimpulan bukan hanya berlaku  pada 500  orang  yang dijadikan sampel.  Dengan  demikian  teknik statistik  inferensial adalah alat mengumpulkan suatu  fakta mengenai  populasi yang besar dengan hanya menggunakan  data dari  sampel  yang relatif kecil.  Itulah  sebabnya  Horvath (1985:6) mengatakan bahwa statistik ini merupakan  "jantung" dari kegiatan ilmiah.




TUGAS I
  1. Jelaskan manfaat apa saja yang dapat dilakukan statistik, khususnya yang terkait dengan pengajaran bahasa atau seni
  2. Jelaskan perbedaan statistik deskriptif dan statstik inferensial

19 comments:

  1. Replies
    1. Nama : I Made Wijana Putra
      Nim :11 313 131
      Jurusan : Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan
      Semester : IV

      Jawaban :
      1. Manfaat Statistika adalah Mata kuliah yang diharapkan dapat membantu mahasiswa menangani informasi yang bersifat kuantitatif. selain itu juga statistik adalah seperangkat alat yang berkepentingan dengan pengumpulan, pengorganisasian, dan analisis fakta-fakta numerik.
      2.Statistik deskriptif berisi teknik untuk mengorganisasi, meringkas/ menyarikan informasi dari data numerik.sedangkan Statistik inferensial (ada yang menyebut statistik induktif) adalah kumpulan aturan dan prosedur di mana pernyataan umum tentang orang atau peristiwa dibuat berdasarkan observasi terhadap jumlah yang relatif sedikit. Dengan kata lain statistik inferensial ini merupakan penggeneralisasian penemuan di luar pengamatan yang dilakukan.

      Delete
    2. Nama ; I Wayan Putu Puja Yasa
      NIm :10311631
      Prodi: Pend. Senirupa
      Semester:VI
      Jawaban:
      1.Menurut Thorne (1980:3), statistik adalah seperangkat alat yang berkepentingan dengan pengumpulan, pengorganisasian, dan analisis fakta-fakta numerik. Dengan makna yang hampir sama, Pasaribu (1981:22) mengemukakan bahwa statistik menyediakan berbagai alat dan cara untuk mencari kembali keterangan yang seolah-olah tersembunyi di dalam angka-angka statistik.
      2.-Statistik deskriptif berisi teknik untuk mengorganisasi, meringkas/ menyarikan informasi dari data numerik (Horvath, 1985:5).
      -Menurut Horvath (1985:6) Statistik inferensial (ada yang menyebut statistik induktif) adalah kumpulan aturan dan prosedur di mana pernyataan umum tentang orang atau peristiwa dibuat berdasarkan observasi terhadap jumlah yang relatif sedikit. Dengan kata lain statistik inferensial ini merupakan penggeneralisasian penemuan di luar pengamatan yang dilakukan.

      Delete
  2. Tugas I tersebut di atas selambat-lambatnya dimasukkan tanggal 19 Februari 2013.

    ReplyDelete
  3. Nama : Gabriella Tulus
    NIM : 10 310 523

    1. Manfaat statistik dalam pengajaran Bahasa dan Seni adalah membantu mahasiswa dalam menangani informasi yang bersifat kuantitatif. Karena mahasiswa yang adalah calon ilmuwan diharapkan memiliki kemampuan dalam menggunakan pendekatan ilmiah dalam memecahkan masalah, seperti dalam penelitian akademis seperti yang diterapkan dalam penulisan skripsi, maka statistik dapat berperan sebagai alat bantu yang dapat digunakan untuk menangani data-data kuantitatif yang dapat diperoleh dalam penelitian atau dengan kata lain, melalui analisis statistik dapat digambarkan situasi, kondisi atau fakta yang diteliti dan sekaligus dapat diperoleh suatu kesimpulan yang masuk akal.
    2. Perbedaannya adalah ketika dalam penelitian kita sedang menangani informasi yang bersifat kuantitatif atau mencari fakta-fakta dalam memecahkan masalah dengan menggunakan cara statistik deskripsi kita memerlukan waktu yang lama dan lebih sulitsedangkan dengan menggunakan statistik inferensial jauh lebih mudah dan cepat dalam penyelesaian proses penelitian dalam memecahkan masalah atau dalam mencari suatu informasi yang akurat.

    ReplyDelete
  4. Nama : Kartini Bawoel
    NIM : 10 312 391
    Prodi : Pend Seni Rupa


    1. Manfaat statistik yaitu sebagai alat bantu yang dapat digunakan untuk menangani data-data kuantitatif yang diperoleh dalam penelitian melalui analisis statistik dapat digambarkan situasi, kondisi atau fakta yang diteliti dan sekaligus dapat diperoleh suatu kesimpulan yang masuk akal dan akurat.
    2. Perbedaannya yaitu Statistik Deskriptif digunakan untuk mengorganisasi, meringkas/ menyarikan informasi-informasi mengenai data-data penelitian sedangkan Statistik Inferensial digunakan untuk penggeneralisasian penemuan yang dilakukan di luar pengamatan atau alat untuk mengumpulkan suatu fakta penelitian mengenai populasi yang besar dengan hanya menggunakan data dari sampel yang relatif kecil.

    ReplyDelete
  5. Nama : Gabriel Y.Ch Tulus
    NIM : 10 311 128
    PRODI : Pend.Seni Rupa

    1. Statistik Deskriptif berisi teknik untuk mengorganisasi, meringkas/ menyarikan informasi dari data numerik.
    2. Sendangkan statistik Inferensial adalah, kumpulan aturan dan prosedur di mana pernyataan umum tentang orang atau peristiwa dibuat berdasarkan observasi terhadap jumlah yang relatif sedikit.  Dengan kata lain statistik inferensial ini merupakan  penggeneralisasian  penemuan di  luar  pengamatan  yang dilakukan.  

    ReplyDelete
  6. Nama:Jufly A Bala
    NIM:09 313 903
    Prodi:Pend Sen Rupa

    1.Sangat bermanfaat dalam pengajaran bahasa atau seni contohnya membuat patung yang membutuhkan tanah untuk diolah,maka terlebih dahulu mengukur seberapa banyak massa tanah tersebut yang akan di kelolah nanti karena statistic masih merupakan angka-angka dan belum di tuangkan dalam bentuk statistika yaitu sudah membutuhkan analisis

    2.Statistik Deskribtif adalah bilangan yang di peroleh melalui perhitungan matematis tertentu dengan cara menggambarkan dan perhitungan tersebut dilakukan terhadap sampel.
    Statistik Inferensial adalah bilangan yang di peroleh melalui perhitungan matematis tertentu dengan cara menarik kesimpulan dan perhitungan tersebut dilakukan terhadap sampel.

    ReplyDelete
  7. Nama : Juliawati Suwarso
    NIM : 10 310 695
    Prodi : Pend. Seni Rupa

    jawab :
    1. statistik bermanfaat untuk memberikan kemampuan pada mahasiswa dalam melakukan analisis statistik terutama dalam menghadapi penelitian pendidikan,dan mahasiswa juga dengan gampang mendapatkan kesimpulan yang mudah di mengerti baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
    2. Statistika deskriptif berkenaan dgn deskripsi data misal dari menghitung rata-rata dan varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik sehingga data mentah lbh mudah “dibaca” dan lbh bermakna. Sedangkan statistika inferensial lbh dari itu misal melakukan pengujian hipotesis melakukan prediksi observasi masa depan atau membuat model regresi.

    ReplyDelete
  8. nama: Veky A. kasiadi
    NIM : 09 311 128
    Prodi: Pend.Seni Rupa

    jawaban:
    1. sebagai mahasiswa yang juga sebagai calobn ilmuan yang akan melakukan penelitian akademik untuk dijadikan skripsi, akan di jumpai informasi yang bersifan kuantitatif. untuk itu statistik sangat membantu dalam menangani data atau informasi kuantitatif, sehingga diperoleh kesimpulan yang signifikan.

    2. perbedaan statistik deskriptip dengan statistik inferensial adalah pada statistik deskriptip teknik pengumpulan data diambil dari semua sampel untuk menentukan hasil;, sedangkan statistik inferensial teknik pengumpulan data, data di ambil dari sebagian sampel untuk mendapat hasil keseluruhan. misalnya 100 sampel diambil hanya 50 untuk mendapatkan hasil semuanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama : Yulius Sanggelorang
      Nim : 10 311 813
      Prodi: Pendidikan Seni Rupa

      Jawaban :
      1.Mata kuliah statistik merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi. Mata kuliah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menangani informasi yang bersifat kuantitatif. Sebagai calon ilmuwan, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan dalam menggunakan pendekatan ilmiah dalam memecahkan masalah.Dalam memecahkan permasalahan maka statsitik dapat berperan sebagai alat bantu yang dapat digunakan untuk menangani data-data kuantitatif yang diperoleh dalam penelitian.
      2.Perbedaan Statistik Deskriptif dengan Statistik Inferensial yaitu :
      -Pada Statistik Deskriptif,Informasi-informasi mengenai pertanyaan-pertanyan tersebut masih membutuhkan perhitungan-perhitungan tertentu. Statistik deskriptif berisi teknik untuk mengorganisasi, meringkas/ menyarikan informasi dari data numerik (Horvath, 1985:5).
      -Sedangkan Statistik Inferensial adalah alat mengumpulkan suatu fakta mengenai populasi yang besar dengan hanya menggunakan data dari sampel yang relatif kecil.

      Delete
  9. Nama : Ni Made Diah Junitha Sari
    NIM : 11 313 129
    Jurusan : Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan
    Semester : IV

    ReplyDelete
  10. Nama : Ni Kadek Sukariani
    NIM : 11 313 185
    Jurusan : Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan
    Semester : IV

    ReplyDelete
  11. Nama : I Made Suwitra
    Nim : 10311634
    Prodi : Pend. Seni Rupa

    Jawaban :
    1. Mata kuliah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menangani informasi yang bersifat kuantitatif. Sebagai calon ilmuwan, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan dalam menggunakan pendekatan ilmiah dalam memecahkan masalah.dalam kaitan pengajaran bahasa dan seni kita dapat memecahkan masalah atau mendepskripsikan sesuatu secara masuk akal.
    2. Statistik deskriptif berisi teknik untuk mengorganisasi, meringkas/ menyarikan informasi dari data numerik (Horvath, 1985:5).
    sedangkan statistik inferensial adalah adalah kumpulan aturan dan prosedur di mana pernyataan umum tentang orang atau peristiwa dibuat berdasarkan observasi terhadap jumlah yang relatif sedikit. Dengan kata lain statistik inferensial ini merupakan penggeneralisasian penemuan di luar pengamatan yang dilakukan.

    ReplyDelete
  12. Nama : Ni Made Diah Junitha Sari
    NIM : 11 313 129
    Jurusan : Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan
    Semester : IV

    1.Membantu mahasiswa menangani informasi yang bersifat kuantitatif sepertilaju pertumbuhan penduduk, hasil pooling tentang cara pemilihan presiden, keadaan penduduk prasejahtera, pengangguran sarjana, persentase dana pembangunan yang dikorupsi pejabat, dan sebagainya.
    2.Statistik deskriptif berisi teknik untuk mengorganisasi, meringkas/ menyarikan informasi dari data numerik sedandkan Statistik inferensial (ada yang menyebut statistik induktif) adalah kumpulan aturan dan prosedur di mana pernyataan umum tentang orang atau peristiwa dibuat berdasarkan observasi terhadap jumlah yang relatif sedikit.

    ReplyDelete
  13. Nama : Ni Kadek Sukariani
    NIM : 11 313 185
    Jurusan : Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan
    Semester : IV

    Jawaban
    1.Membantu mahasiswa menangani informasi yang bersifat kuantitatif dalam memecahkan masalah penelitian akademis -seperti yang diterapkan dalam penulisan skripsi- adalah salah satu kegiatan keilmuan di mana permasalahan yang ada dipecahkan dengan melalui penggunaan pendekatan ilmiah.
    2.Statistik deskriptif berisi teknik untuk mengorganisasi, meringkas/ menyarikan informasi dari data numerik sedandkan Statistik inferensial (ada yang menyebut statistik induktif) adalah kumpulan aturan dan prosedur di mana pernyataan umum tentang orang atau peristiwa dibuat berdasarkan observasi terhadap jumlah yang relatif sedikit.

    ReplyDelete
  14. Nama : Cicilya Pongantung
    NIM : 10 313 850
    Jurusan : Pend.Seni Rupa dan Kerajinan
    Semester : VI

    Jawaban
    1. Manfaat stastik pada pengajaran bahasa dan seni misalnya, pembuatan skripsi atau terlebih khusus dalam pengolahan data. sangat di perlukan metode statistik untuk menemukan hasil dari apa yang di teliti. contoh pada saat melakukan penelitian di sekolah, kemudian dari data tersebut kita dapat menggunakan metode statistik.

    2. Statistik deskriptif adalah teknik untuk mengorganisasi, meringkas/ menyarikan informasi dari data numerik. sehingga statistik deskriptif lebih sulit untuk pengolahan hasil dari data yang diteliti.

    sedangkan,

    statistik inferensial adalah kumpulan aturan dan prosedur di mana pernyataan umum tentang orang atau peristiwa dibuat berdasarkan observasi terhadap jumlah yang relatif sedikit. sehingga statistik inferensial lebih mudah digunakan dan itu sebabnya statistik ini merupakan jantung dari kegiatan ilmia.

    ReplyDelete
  15. daftar bpustaka ???

    ReplyDelete